Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
HOME PRODUCT CONTACT FIBER OPTIC RACK SERVER CATALOG
Tampilkan postingan dengan label katalog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katalog. Tampilkan semua postingan

PIGTAILS / PATCHCORDS AND CONNECTORS

MAIN FEATURES
- Low loss
- Easy installation
- Zirconia fernule
- Singlemode or multimode
- Fiber (50/125 or 62,5/125 um)
- Cable material : PVC or LSZH
- Cable packaging : 900 um, 2mm or 3mm
- Optical test based on JDS and RIFOS testing instruments
- Fast delivery




SINGLE MODE OR MULTIMODE USING ANY CONNECTORS
- ST
- SC
- FC
- MTRJ
- LC
- DIN
- AND ANY LENGHTS





READMORE - PIGTAILS / PATCHCORDS AND CONNECTORS

CROSS CONNECT CABINET

Cross cannect Cabinet STG 2000


Cocok untuk instalasi kepadatan tinggi (2400 sepasang lemari sisi koneksi silang, 1600 pasang pada 2,6 Meter MDF vertikal,pertukaran kemasan)
STG 2000 modul yang cocok untuk operator akses publik (MDF, Palang lemarikoneksi, bangunan distribusi) kecepatan data transmisi.








- Kategori 5 kinerja transmisi (100 MHz)
- Modul kepadatan tinggi (14 mm pitch)
- Beberapa re-terminasi
- Diameter 0,4 mm ke 0,8 konduktor

- Opsional IDC `s terdapat kabel cemara
 - Spesifik modul dengan terminasi kabel belakang
 - Komprehensif berbagai perlindungan sirkuit
READMORE - CROSS CONNECT CABINET

UPS

UPS

saver_dsp_compact
SAVER DSP
Online Double Conversion Technology
1 Phase in / 1Phase out 5 &10kVA
3Phase in / 1Phase out 10,15 & 20kVA


  1. On-line “double conversion” technology
  2. Real Digital Signal Processor (DSP) controlled IGBT technology
  3. Wide input voltage range
  4. Increased Power Factor
  5. Intellegent Battery Management System extends the Life Time of Batteries
  6. Low Total Harmonic Distortion ( THD ) Level
  7. Small dimensions
  8. Smart fan speed regulation
  9. Artificial intelligence algorithms to improve reliability and technical performance
  10. LCD display
  11. Advanced communication possibility via RS – 232 and relay interface
  12. Management and monitoring software available for all operating systems
  13. SNMP support


READMORE - UPS

Rectifier

rd_2000_b




READMORE - Rectifier

Inverters

MODUL INFORM INVERTER
Menginformasikan Inverter Seri DC / AC Inverter ini dirancang untuk catu daya bersih untuk sistem komputer dan komunikasi; didefinisikan sebagai "beban kritis". Inverter mengubah tegangan DC dari baterai menjadi tegangan AC sebagai tegangan yang diinginkan per dan tingkat frekuensi dan catu daya AC ke beban.
Karena peralatan dirancang sebagai ONLINE, itu pasokan tegangan yang stabil dan energi ke beban terus menerus yang dihasilkan dengan sendirinya. Oleh karena itu, tidak ada gangguan ketika tegangan listrik gagal atau pulih.
Dalam kasus kondisi kelebihan beban, inverter transfer beban untuk memotong baris jika pasokan bypass ada, selain itu memutus output. Ketika kondisi kelebihan beban menghilang, beban lagi dipasok oleh energi yang dihasilkan oleh inverter.
Berkat struktur modular dan kuat; menawarkan konversi daya terus menerus dan dapat diandalkan. Menginformasikan inverter memiliki berbagai macam pilihan tegangan listrik dan input / output. Dengan kapasitas aliran masuk yang tinggi, itu adalah solusi sempurna terutama untuk peralatan industri. Semikonduktor perangkat dengan teknologi terbaru yang digunakan dalam seri inverter memberikan efisiensi tinggi dalam konversi daya. Inverter mengambil semua keuntungan dari kontrol mikroprosesor.Banyak parameter operasional dapat diprogram dari layar LCD dan keypad. Selain itu, ia menawarkan antarmuka komunikasi opsional; untuk memantau situs dan remote control.
Manfaat Menginformasikan Inverter adalah sebagai berikut;





1. Real ON LINE topologi dengan 1 gelombang keluaran sinusoidal fase
2. Isolasi transformator pada output internal
3. Kemampuan untuk mendorong non-linear beban (komputer dan pasokan modus saklar daya)
4. Teknologi IGBT switching dengan frekuensi tinggi
5. Keandalan yang tinggi dengan mikroprosesor dan driver pintar
6. 2 × 16 karakter layar LCD, menampilkan pengukuran, status dan pesan alarm
7. Layar LED untuk observasi mudah status Inverter dan parameter
8. Audible alarm
9. Bypass masukan (pilihan)
10. Smart komunikasi (RS232) dan SNMP / HTTP dukungan
11. Akses ke informasi melalui Internet Inverter (pilihan)
12. Kemampuan untuk melaporkan perubahan status Inverter dan kegagalan melalui           e-mail (pilihan)
13. RFI filter pada input dan output untuk aplikasi telekomunikasi
14. Kalibrasi pengukuran dari panel depan,
Rack mount kabinet
Kemampuan untuk melihat durasi total operasi
READMORE - Inverters

10/100M SFP Module Fast Ethernet


10/100M SFP Module Fast Ethernet
Fiberoptic2
Highly integrated swithing core designed enhanced specifically for fiber converter, low power consumption
Compliant IEEE802.3/u 10Base-T and 100Base-Tx/Fx Standard
Support IEEE802.3x full-duplex and Back Pressure half-duplex flow control
Support store-and-forward switching mode, Provides wire-speed-forward
Support Straight-through mode, low time-lapse
Support FEF optical link-loss alrm & diagnotic functions
Support Link-Loss alrm & diagnotic functions
Support Auto MDIX crossover
SFP series module support hot-swappable
Compliant TS-1000 standard, support remote management, deployed at terminal and used in pairs wuth slide-in-modules FT-10/100-A + SFP series
READMORE - 10/100M SFP Module Fast Ethernet

FTC-16 Unmanaged/Managed Chassis


FTC-16 Unmanaged/Managed Chassis
Fiberoptic5

Features

Design for the installation of cabinet specially, concetrate on supplying power to help the network connect up
Can designate the working state of power
Can support 16 pieces of module working at the same time at most
Can Implement the redundant and hot backup of double power expediently and safely
Built-in direct current fan, dispel the heat quickly, the noise is little, it is reliable that the work steady
Assort with Emanager media converter network management system
Optional power module group
Defended the attack by lighthing and swell up waves, suit nobody's equipment application on duty
Perfect protection, such as overload, short circuit, Auto-negotiation
Dimension : 440 mm x 360 mm x 132 mm or 19'/3 U
Temperature : 0 ~ 50 C
Humidity : 10% ~ 90%, Non-condensing
Base on Ethernet or fast Ethernet network management center and sub-center, etc
READMORE - FTC-16 Unmanaged/Managed Chassis

Terminasi Kabel Fiber Optic

TERMINASI kabel fiber optik / optic / optics /optical fiber optic cable.
Terminasi adalah proses pemasangan konektor pada fiber optik / optic / optics /optical fiber optic.

Proses ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan, mengingat diameter kabel fiber optik / optic / optics /optical fiber optic adalah sedemikian kecil, jauh lebih kecil daripada rambut manusia.

Untuk melakukan terminasi diperlukan tool kit yang disebut termination kit. Proses terminasi konektor fiber optik / optic / optics /optical fiber optic dimulai dengan mengupas jaket kabel dengan suatu alat yang dikenal sebagai stripper, lalu core fiber optik / optic / optics /optical fiber optic dipotong dengan alat scribe. Selanjutnya core fiber optik / optic / optics /optical fiber optic dimasukkan ke dalam konektor, yang selanjutnya direkat dengan lem epoxy. Setelah kering, epoxy ini akan dipanaskan dalam oven, untuk selanjutnyafiber optik / optic / optics /optical fiber optic dipoles dengan lapping film.



NARWANTO
Mobile : 02140998734
Mobile : 08989247421
nar_bwd@yahoo.co.id
READMORE - Terminasi Kabel Fiber Optic

Rack Server dan Aksesoriesnya




kami menyediakan rack server dengan berbagai warna dan ukuran

untuk informasi harga/pemesannya silahkan menghubungi kami

NARWANTO
Mobile : 02140998734
Mobile : 08989247421   nar_bwd@yahoo.co.id

























READMORE - Rack Server dan Aksesoriesnya

Fiber optik dan Accessories

- Multiplexer
- Patch cord
- Enclosure
- Attenoutor
- Connector
- Enclosures Rack mount vor wall mount
-Power optical meter
- SFP
- Media Converter









READMORE - Fiber optik dan Accessories

CONTACT PERSON

NARWANTO

Mobile : 021 (40998734)

EMail : nar_bwd@yahoo.co.id


Mobile : 021-40998734





nar_bwd@yahoo.co.id



READMORE - CONTACT PERSON

Fiber Optik Power Meter Test & Laser Source

Power Meter Test dan Laser Source  Dipakai untuk mengukur total loss dalam sebuah link optik baik saat instalasi (uji akhir) atau pemeliharaan dan juga untuk kelurusan core optik.
  • Laser Source : Sebagai sumber laser (Signal Optik)
  • Power Meter : Meter untuk mengetahui besarnya signal optik yang datang pada sisi penerima (Rx)
  • Redaman diukur dalam saatuan Decibel (dB).
Loss atau redaman dihitung ;
L (dB) = Pin (dBm) – Pout (dBm)
L (dB) = 10 Log (Pin / Pout) dB

Review Product
XG3020
Laser Light Source


XG3020 Laser Light Sources are full-feature hand-held instruments covering the full range of optical fiber applications. For use in the field or in the lab, they are user-friendly and high performance in a compact and rugged quality engineered design. XG3020 offers excellent stability and portability for accurate fiber optic testing. Single output connector provides stable laser power at dual wavelength (1310/1550nm). The compact unit can operate in either continuous wave (CW) mode or 2kHz modulated mode for up to 12 hours.
XG3020 operates on single 9V battery. A low battery indication warns the user that battery replacement is necessary. The output power is -5dBm. The output may be equipped with FC, SC or ST connector upon request.
XG3020 is widely used to perform fast and accurate measurements of long-distance and local optical network. It can measure the loss of optical fiber over more than 200km with XG3010 Laser Power Meter.
Features
* Durable and Compact
* Support continuous output of CW and 2kHz modulated wave
* 1310/1550nm dual wavelength, single output connector
* Adjustable output
* Low battery indicator
* User-selectable disable function
XG3010
Optical Power Meter

XG3010 Optical Power Meters are full-feature hand-held instruments covering full range of optical fiber applications. For use in the field or in the lab, they are user-friendly and high performance, within a compact and rugged quality engineered design. It can work with an Optical Source for performing optical loss measurements on fiber optical cables. XG3010 combines a state-of-the-art microprocessor with a graphic display for high performance. Operation is simple with only three true keypads on the front panel: ON/OFF, dB/µW and l. Easy to turn the Power Meter on and off, switch between power (dBm & µW) and loss (dB) modes, view/set reference and change the measurement wavelength. If no keys are selected with approximately 10 minutes, XG3010 automatically shuts down to conserve power.
XG3010 Optical Power Meters incorporate a quick-connect universal adapter interface on the top of the unit. All industry standard fiber optical connectors can be accommodated by an adapter cap. Available adapter caps: FC-ST, FC-SC, FC-DIN, ST-SC.
XG3010 is widely used to perform optical measurements of the power and loss at five calibrated wavelengths 850/980/1310/1480/1550nm in communication engineering of LAN, CATV and long-distance optical fiber trunk, R&D of optical fiber, optical passive device and optical active device.

Main Features
* Low power consumption
* Easy readable graphic display
* Multi-wavelength: 850/980/1310/1480/1550nm
* Single-mode and Multi-mode measurement
* Set reference for each wavelength
* Auto-ranging, auto-zeroing and Auto or Manual Power Off
* Built-in battery operated with low battery indication
* High resolution backlight LCD
* Interchangeable fiber optical connector adapters
* Hand-carried Structure, Durable Design, Suitable for Carrying around and On-spot testing.
Photo Dokumentasi

Membutuhkan Power Meter & laser source
READMORE - Fiber Optik Power Meter Test & Laser Source

Media Converter Chassis (OPT14/16 series)


OPT14/16 series 19-inch multi-media converter chassis is designed to accommodate 14/16 slide-in modules of various type of media converter at a central location for multiple segments cross connection. Users can transparently link backbone equipments such as switches, routers to LAN workgroup segments.
Because each channel operates independently, new modules may be added as required. This flexibility allows the unit to grow with the network.
OPT14/16 also provide management function to high end applications. Installation is easy, simply slide module into the chassis and the media is connected. All of the CR-1600 modules are hot swappable thus eliminating costly network downtime.
OPT14/16 series converter rack fits cleanly into any network environment. With a slim low profile chassis and a mix of 10Mbps, 100Mbps and Gigabit media converter cards, the CR-1600 becomes the perfect solution for connecting today’s evolving networks.
Features
  • Slim 2U design to save expensive data center space
  • Intelligent management to efficiently monitor your critical connections
  • Redundant power to prevent costly downtime
  • Multiple choices of power, either 110~240 VAC or -48VDC to meet your application needs.All series Products are hot swappable.
  • Reliable products backed by years of experience in converter and optic networking

Technical Specification

  • Standards:IEEE802.3u 10/100Base-TX, 100Base-FX
  • Cable
  • UTP Cable:Cat. 5 cable and up to 100m
  • Single Fiber Cable
  • Recommended:9/125μm single-mode
  • Optional:8.3/125, 8.7/125, or 10/125μm single-mode
  • Slot Capacity:14/16 Slots for modular Media converter (Per slot DC Power Output: 1A @+5VDC)
  • Ambient Temperature:0~50°C
  • Humidity:5~90%
  • Dimensions: 88(H) x 442(W) x 350(D) mm (mountable for 19-inch rack)
  • Certification:FCC Part 15 Class A & CE Mark
  • Safety:UL
Photo Dokumentasi (Test)
READMORE - Media Converter Chassis (OPT14/16 series)

Media Converter (FO Driver) Single Core

GFirst FT-8114SB
10/100M single Mode WDM 2 Rj45 Ports
External Power 1550nm 20Km TAG VLAN

1. Features
  • Support Tag-VLAN, Port Vlan
  • Support 10/100Base TX to 100 Base FX Can be Connected to relational networking equipment
  • With 128Kb RAM
  • Support Automatic Switch between parallel line and crossed lines
  • With LED Lamps function (Link/Activity, 10/100M, Power)
  • Support select working-mode Via Hyper terminal
  • The transmission distance can up to 120 Km.
2. Ethernet Standards
Comply with
  • IEEE802.3
  • IEEE802.3u
Test/Review Hardware
Setting Console
* Connect RS232 Interface port ke COM port or USB port(kabel jenis : Usb to RS232) di PC.
* parameter Setting Hyperterminal
- Bits per second : 9600
- Data Bits : 8
- Parity : None
- Stop Bits : 1
- Flow Control : None
Set TAG VLAN
Fo Driver A

Fo Driver B

Test Ping

Sekilas Tentang VLAN
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port maupun MAC address. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu VLAN (tagging) disimpan dalam suatu database. Jika tag-nya berdasarkan port yang di gunakan, maka database harus mengindikasikan port-port yang di gunakan oleh VLAN.
Keanggotaan pada suatu VLAN dapat didasarkan pada port yang digunakan oleh VLAN tersebut.
Contoh, pada
# bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedangkan port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat pada tabel di bawah ini;
PORT 1 2 3 4
VLAN 1 1 2 1
user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus berpindah maka Network Administrator harus mengkonfigurasikan ulang.
READMORE - Media Converter (FO Driver) Single Core

ADSL2 Tester

Test sambungan antara Router ADSL ke DSLAM di sentral telepon Telkom merupakan titik paling kritis dalam semua proses instalasi dan konfigurasi ADSL. Tahapan ini adalah tahapan paling menentukan dan biasanya paling ringkih dari seluruh sambungan yang ada.
Jaringan Speedy/ADSL yang lama masih menggunakan DSLAM Alcatel biasanya membutuhkan parameter VPI / VCI 8/35, Protocol PPPoA, dan enkapsulasi LLC. Sementara, jaringan Speedy/ADSL yang baru biasanya menggunakan DSLAM Hwahuei dengan protocol PPPoE, enkapsulasi LLC dan VPI/VCI yang berbeda-beda untuk setiap daerah.
Setelah beberapa saat router ADSL dinyalakan, cek lampu ADSL pada router ADSL, apakah tetap berkelip-kelip dan tidak konstan? Jika ini terjadi berarti router ADSL tidak berhasil melakukan sinkronisasi dengan DSLAM di sentral telepon Telkom. Masuk ke Web router ADSL, masuk ke WAN settings atau Internet setting -> PvC, untuk peralatan DSLAM Alcatel pastikan VPI / VCI 8/35, Protocol PPPoA, enkapsulasi LLC.
Pastikan router ADSL dapat mendeteksi kecepatan data, downstream (384Kbps atau 512Kbps) dan upstream (64Kbps). Tergantung jenis router ADSL yang digunakan, sebagian akan menampilkan pada menu utama, sebagian akan menampilkan pada bagian ADSL status, yang penting router ADSL harus berhasil mendeteksi sinyal data dari sentral telepon Telkom.
Cek kualitas sambungan, melalui parameter Noise Margin dan Attenuation. Memang tidak semua router ADSL akan menyediakan fasilitas untuk melihat noise margin & attenuation pada upstream / downstream. Biasanya informasi Noise Margin & Attenuation ada di bagian ADSL Status.
Klasifikasi SNR_Margin (Signal-to-Noise Margin)
Makin tinggi makin baik.
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus) • Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik) • Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup) • Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk) • Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).
Klasifikasi Line Attenuation (Redaman pada Jalur)
Makin Rendah makin baik
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk) • Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas = Bad (amburadul) • Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).
Review
XGXC ADSL2 Tester ( XG2041C ADSL2+ Tester )


XG2041C ADSL2+ Tester is a small-in-size handheld test tool with only one-key operation. It is compatible with various existing ADSL standards and can be used conveniently by a front-line ADSL technician to verify the provisioning of the ADSL service, troubleshoot line faults, and evaluate the Quality of Service quickly. Operator can be convenient to take with this tester and complete test functions by pressing only one key after writing the configuration and setting test thresholds via PC at one time. The tester can judge whether the measuring results conform to the requirements according to the embedded thresholds and display the measuring results visually through LED and LCD, which greatly simplifies the test process and improves the working efficiency. It is the best choice for the field workers to perform the ADSL test.
Dilengkapi dengan Tools Software TestManager Pro memudahkan kita untuk menginput nilai koefisien (standar nilai pengukuran), Software Test manager Pro juga memudahkan kita untuk menampilkan dan mencetak (print out) record detail dari beberapa hasil pengukuran dan pengetesan.
READMORE - ADSL2 Tester

Router

Definisi Router
Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain.
Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3 Gateway.
Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi
sebagai router (dedicated router), atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router.
Network Interface
Network Interface adalah sebuah Interface yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah host ke network. Network Interface adalah perangkat keras yang bekerja pada layer 1 dari Model OSI. Network Interface dibutuhkan oleh Router untuk menghubungkan Router dengan sebuah LAN atau WAN. Karena Router bertugas menyambungkan network-network, sebuah router harus mempunyai minimal 2 network interface. Dengan konfigurasi minimal ini, router tersebut bisa menghubungkan 2 network, karena masing-masing network membutuhkan satu network interface yang terhubung ke Router.
Mengkonfigurasi Router
Router tidak mempunyai layar monitor untuk berinteraksi dengan network administrator, oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah PC untuk men-setup sebuah router. PC tersebut harus disambungkan ke router tersebut dengan salah satu dari cara berikut:
  • melalui console port
  • melalui Network
Men-konfigurasi Router melalui Port Console
Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada “dunia luar”. Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface pada PC dan Console port pada router tersebut. Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC.
Men-konfigurasi Router melalui Network
Dengan cara ini, Router dapat dikonfigurasi dengan PC yang terhubung dengan Router melalui network. Cara ini hanya bisa digunakan untuk melihat konfigurasi dan memodifikasi konfigurasi pada router. Mengapa ? Karena sebuah router hanya akan terhubung ke network jika Network Interface-nya sudah terkonfigurasi dengan benar. Disisi lain, cara ini juga mempunyai kelebihan. Dengan cara ini, network administrator lebih leluasa menempatkan PC-nya untuk memodifikasi konfigurasi router. Network administrator bisa menempatkan PC-nya di mana saja, asalkan PC tersebut bisa terhubung ke Router melalui jaringan. Dengan cara ini, Network administrator membutuhkan applikasi telnet untuk mengkonfigurasi Router tersebut.
READMORE - Router

Jaringan Akses Fiber

Jaringan akses fiber atau Optical Access Network atau yang lebih sering disebut dengan JARLOKAF (Jaringan Lokal Akses Fiber), merupakan suatu solusi strategis bagi jaringan pelanggan namun sangat sensitif terhadap jenis teknologi. Penggelaran suatu teknologi JARLOKAF tidak optimum bila diterapkan secara kasus per kasus, baik dari sisi perencanaan maupun pengoperasian. Keberadaan panduan dan ketepatan pemilihan teknologi sangat mempengaruhi kesuksesan kegiatan operasi dan perawatan, efektifitas investasi serta kemudahan menyediakan jasa-jasa baru.

Teknologi

Teknologi JARLOKAF adalah teknologi yang sedang berkembang sehingga berbagai metoda transmisi dimungkinkan untuk diterapkan dan relatif masih terbatas jumlah implementasinya dilapangan. Teknologi Jarlokaf yang saat ini sudah berkembang dangan baik antara lain: DLC (Digital Loop Carrier), PON (Passive Optical Network), dan AON (Active Optical Network) dan HFC (Hybrid Fiber Coax).
DLC, PON dan AON, merupakan teknlogi jarlokaf dan dapat terintegrasi dengan copper pair, sedangkan HFC merupakan teknologi jarlokaf yang terintegrasi dengan coaxial.
Pemilihan teknologi JARLOKAF harus memperhatikan beberapa kriteria antara lain :
  • Jenis jasa dan kapasitas.
  • Kemudahan O&M.
  • Konfigurasi dan kehandalan sistem (reliability).
  • Kompatibilitas antarmuka dan sesuai standard (compatibility).
  • Tidak mudah usang dan dijamin produksinya.
  • Biaya efektif.
  • Tahapan pembangunan dan pengembangan dari teknologi JARLOKAF.

Fiber-Copper

Teknologi fiber-copper ini sangat banyak digunakan oleh operator telekomunikasi. Sedangkan teknologi fiber-coax banyak digunakan oleh operator cable TV di dunia. Beberapa teknologi JARLOKAF (fiber-copper) yang sedang berkembang dan diurut berdasarkan jumlah implementasi terbanyak ditunjukkan pada tabel 1.
No Teknologi Konfigurasi Dasar Tipe Jenis Jasa Keterangan
1. DLC Konevensional
  • Point to point

  • IS-A

  • Telah banyak digunakan di dunia.
    DLC generasi baru (NG DLC) atau Flexible Multipexer
    • Point to point

  • IS-A

  • IS-B

  • Relatif baru dan belum banyak digunakan.
    2. PON
    • Point to multipoint
    • Percabangan sinyal optik pasif

  • IS-A

  • IS-B

  • DS

  • Mulai dioperasikan secara komersial pada tahun 1994.
    3. AON Point to multipoint melalui perangkat percabangan sinyal optik aktif
    • IS-A
    • IS-B
    Dalam tahap pengembangan dan belum banyak digunakan.
    Tabel 1. Teknologi sistem JARLOKAF
    Ada pun PON dan DLC tersebut sudah banyak diimplementasikan. Dari kapasitasnya, PON mau pun DLC mempunyai perbedaan seperti pada tabel 2.
    JARLOKAF Type Kapasitas Perangkat
    Bit rate


    Di lokasi sentral Di lokasi pelanggan
    PON I 800 4 Berbeda Setiap Pabrikan

    II 800 16

    III 800 30

    IV 800 60

    V 800 120
    DLC I 120 120 8 Mbps

    II 240 240 34 Mbps

    III 480 480 34 Mbps

    IV 1920 1920 140 Mbps
    Tabel 2. Kapasitas sistem JARLOKAF
    Fiber-Coax
    Teknologi HFC merupakan suatu langkah teknologi yang unik, yang menggabungkan dua teknologi jaringan yang saling bertolak belakang. Pada satu sisi jaringan kabel tembaga termasuk jaringan kabel koaksial dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan layanan menuju layanan pita lebar (broadband services). Pada sisi yang lain digunakan jaringan kabel serat optik dengan kemampuan sangat tinggi yang saat ini sudah mencapai 10 Gbps. Penggabungan teknologi ini diharapkan menghasilkan performansi layanan yang baik, dapat mengimbangi teknologi lain yang berkembang seperti FITL (Fibber in the Loop) atau teknologi xDSL seperti ADSL (Asymetric-data Digital Subscriber Line) dan VDSL (Very high-data Digital Subscriber Line).
    Konfigurasi jaringan dari headend sampai dengan BONU (Broadband ONU) menggunakan jaringan Fiber optik. Perangkat headend berfungsi sebagai integrasi fungsi modulator-demodulator dan sebagai antar muka. Fungsi modulator-demodulator digunakan untuk layanan broadcast dan off air TV, sementara fungsi antar muka digunakan dengan PSTN (Public Switched Telephone Network), dan komunikasi data.
    Pada beberapa referensi terdapat pemakaian istilah yang berbeda, namun mempunyai maksud yang sama. Seperti penggunaan istilah HIU (Headend Interface Unit), CIU dengan CTU (Coaxial Terminal Unit), MDU dengan istilah CNU (Coaxial Network Unit). Penamaan istilah ini tergantung dari produk masing-masing vendor. Namun pada suatu saat nanti perlu adanya standarisasi dalam penamaannya.
    Media yang digunakan dari headend sampai dengan fiber node adalah kabel fiber optik, sebagai jaringan backbone. Sementara jaringan kabel koaksial dimulai dari titik fiber node sampai dengan terminal CUI, BIU atau MDU. Termasuk didalamnya sistem pencatuan perangkat, tapper dan amplifier. Perangkat CIU (Customer Unit Interface) digunakan untuk daerah residensial/perumahan, BIU (Business Interface Unit) untuk gedung perkantoran dan MDU (Multiple Dwelling Unit) pada apartemen/flat.
    Layanan
    Sistem DLC banyak digunakan bagi pelanggan yang terkumpul di gedung tinggi. Pemilihan sistem DLC basic atau primary disesuaikan dengan perkiraan pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan pertimbangan investasi.
    Sistem PON dapat digunakan bagi pelanggan terkumpul digedung tinggi maupun pelanggan tersebar di rumah-rumah tunggal dan akan semakin ekonomis bila digunakan juga untuk menyalurkan jasa TV kabel (CATV) dan jasa pita lebar lainnya. Hal ini ditempuh dengan cara instalasi co-located yaitu menggunakan kabel fiber optik dan perangkat catu daya yang sama.
    Layanan PON DLC
    POTS Ö Ö
    Payphone Ö Ö
    Saluran sewa analog Ö Ö
    Saluran sewa digital 64 kbit/s Ö Ö
    ISDN BRA Ö Ö
    ISDN PRA Ö -
    Saluran sewaN x 64 kbit/s Ö -
    Saluran sewa 2 Mbit/s Ö -
    CATV Ö -
    Tabel 3. Perbandingan layanan DLC dan PON
    Transmisi
    Baik PON, DLC, maupun teknologi jarlokaf lainnya menggunakan suatu teknik transmisi. Teknologi transmisi jasa interaktif pita sempit pada JARLOKAF ditunjukkan pada tabel 4.
    Skema Transmisi Skema Transmisi Dua Arah Jumlah Serat/fiber Optik Panjang Gelombang Keterangan
    Space Division Multiplexing (SDM) Simpleks 2 (dua) 1310 nm sinyal kirim dan sinyal terima Sinyal kirim dan sinyal terima dikirim melalui serat optik yang berbeda.
    Wave Division Multiplexing (WDM) Dipleks 1 (satu)
    • 1550 nm sinyal kirim
    • 1310 nm sinyal terima
    Sinyal kirim dan sinyal terima dikirim pada waktu yang bersamaan tetapi menggunakan panjang gelombang yang berbeda
    • 1310/1550 + x nm sinyal kirim
    • 1310/ 1550 – x nm sinyal terima
    Time Compression Multiplexing (TCM) Dupleks 1 (satu) 1310 nm sinyal kirim dan sinyal terima Sinyal kirim dan sinyal terima di-kirm pada waktu yang berbeda dan bergantian
    Tabel 4. Teknologi transmisi jasa interaktif pita sempit
    Modus Aplikasi
    Sistem JARLOKAF paling sedikit memiliki 2 (dua) buah perangkat opto-elektronik yaitu 1 (satu) perangkat opto-elektronik di sisi sentral dan 1 (satu) perangkat di sisi pelanggan selanjutnya disebut Titik Konversi Optik (TKO).
    Perbedaan letak TKO menimbulkan modus aplikasi atau arsitektur JARLOKAF berbeda pula yaitu:

    Fiber To The Zone (FTTZ)

    TKO terletak di suatu tempat diluar bangunan, baik didalam kabinet dengan kapasitas besar. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer. FTTZ umumnya diterapkan pada daerah perumahan yang letaknya jauh dari sentral atau bila infrastruktur duct pada arah yang bersangkutan, sudah tidak memenuhi lagi untuk ditambahkan dengan kabel tembaga.

    Fiber To The Curb (FTTC)

    TKO terletak di suatu tempat diluar bangunan, didalam kabinet dan diatas tiang dengan kapasitas lebih kecil (£ 120 SST). Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa ratus meter. FTTC dapat diterapkan bagi pelanggan bisnis yang letaknya terkumpul di suatu area terbatas namun tidak berbentuk gedung-gedung bertingkat atau bagi pelanggan perumahan yang pada waktu dekat akan menjadi pelanggan jasa hiburan.

    Fiber To The Building (FTTB)

    TKO terletak di dalam gedung dan biasanya terletak pada ruang telekomunikasi di basement namun juga dimungkinkan diletakkan pada beberapa lantai di gedung tersebut. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indoor atau IKR. FTTB dapat diterapkan bagi pelanggan bisnis di gedung-gedung bertingkat atau bagi pelanggan perumahan di apartemen.

    Fiber To The Home (FTTH)

    TKO terletak di dalam rumah pelanggan. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indor atau IKR hingga beberapa puluh meter.

    Sumber : Elektroindonesia

    READMORE - Jaringan Akses Fiber