Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
HOME PRODUCT CONTACT FIBER OPTIC RACK SERVER CATALOG
Tampilkan postingan dengan label Fiber optic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiber optic. Tampilkan semua postingan

PIGTAILS / PATCHCORDS AND CONNECTORS

MAIN FEATURES
- Low loss
- Easy installation
- Zirconia fernule
- Singlemode or multimode
- Fiber (50/125 or 62,5/125 um)
- Cable material : PVC or LSZH
- Cable packaging : 900 um, 2mm or 3mm
- Optical test based on JDS and RIFOS testing instruments
- Fast delivery




SINGLE MODE OR MULTIMODE USING ANY CONNECTORS
- ST
- SC
- FC
- MTRJ
- LC
- DIN
- AND ANY LENGHTS





READMORE - PIGTAILS / PATCHCORDS AND CONNECTORS

CROSS CONNECT CABINET

Cross cannect Cabinet STG 2000


Cocok untuk instalasi kepadatan tinggi (2400 sepasang lemari sisi koneksi silang, 1600 pasang pada 2,6 Meter MDF vertikal,pertukaran kemasan)
STG 2000 modul yang cocok untuk operator akses publik (MDF, Palang lemarikoneksi, bangunan distribusi) kecepatan data transmisi.








- Kategori 5 kinerja transmisi (100 MHz)
- Modul kepadatan tinggi (14 mm pitch)
- Beberapa re-terminasi
- Diameter 0,4 mm ke 0,8 konduktor

- Opsional IDC `s terdapat kabel cemara
 - Spesifik modul dengan terminasi kabel belakang
 - Komprehensif berbagai perlindungan sirkuit
READMORE - CROSS CONNECT CABINET

10/100M SFP Module Fast Ethernet


10/100M SFP Module Fast Ethernet
Fiberoptic2
Highly integrated swithing core designed enhanced specifically for fiber converter, low power consumption
Compliant IEEE802.3/u 10Base-T and 100Base-Tx/Fx Standard
Support IEEE802.3x full-duplex and Back Pressure half-duplex flow control
Support store-and-forward switching mode, Provides wire-speed-forward
Support Straight-through mode, low time-lapse
Support FEF optical link-loss alrm & diagnotic functions
Support Link-Loss alrm & diagnotic functions
Support Auto MDIX crossover
SFP series module support hot-swappable
Compliant TS-1000 standard, support remote management, deployed at terminal and used in pairs wuth slide-in-modules FT-10/100-A + SFP series
READMORE - 10/100M SFP Module Fast Ethernet

FTC-16 Unmanaged/Managed Chassis


FTC-16 Unmanaged/Managed Chassis
Fiberoptic5

Features

Design for the installation of cabinet specially, concetrate on supplying power to help the network connect up
Can designate the working state of power
Can support 16 pieces of module working at the same time at most
Can Implement the redundant and hot backup of double power expediently and safely
Built-in direct current fan, dispel the heat quickly, the noise is little, it is reliable that the work steady
Assort with Emanager media converter network management system
Optional power module group
Defended the attack by lighthing and swell up waves, suit nobody's equipment application on duty
Perfect protection, such as overload, short circuit, Auto-negotiation
Dimension : 440 mm x 360 mm x 132 mm or 19'/3 U
Temperature : 0 ~ 50 C
Humidity : 10% ~ 90%, Non-condensing
Base on Ethernet or fast Ethernet network management center and sub-center, etc
READMORE - FTC-16 Unmanaged/Managed Chassis

Terminasi Kabel Fiber Optic

TERMINASI kabel fiber optik / optic / optics /optical fiber optic cable.
Terminasi adalah proses pemasangan konektor pada fiber optik / optic / optics /optical fiber optic.

Proses ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan, mengingat diameter kabel fiber optik / optic / optics /optical fiber optic adalah sedemikian kecil, jauh lebih kecil daripada rambut manusia.

Untuk melakukan terminasi diperlukan tool kit yang disebut termination kit. Proses terminasi konektor fiber optik / optic / optics /optical fiber optic dimulai dengan mengupas jaket kabel dengan suatu alat yang dikenal sebagai stripper, lalu core fiber optik / optic / optics /optical fiber optic dipotong dengan alat scribe. Selanjutnya core fiber optik / optic / optics /optical fiber optic dimasukkan ke dalam konektor, yang selanjutnya direkat dengan lem epoxy. Setelah kering, epoxy ini akan dipanaskan dalam oven, untuk selanjutnyafiber optik / optic / optics /optical fiber optic dipoles dengan lapping film.



NARWANTO
Mobile : 02140998734
Mobile : 08989247421
nar_bwd@yahoo.co.id
READMORE - Terminasi Kabel Fiber Optic

CONTACT PERSON

NARWANTO

Mobile : 021 (40998734)

EMail : nar_bwd@yahoo.co.id


Mobile : 021-40998734





nar_bwd@yahoo.co.id



READMORE - CONTACT PERSON
READMORE -

FO (Fiber Optik) Driver

Fo Driver yaitu sebutan untuk jenis media converter Fo (Fiber Optik) to Ethernet.
Berikut review spesifikasi dari FO Driver Gibic/media converter Fo (Fiber Optik) to Ethernet 10/100/1000 Mbps.
Overview
The gigabit Fiber media converter provides a cost-effective solution for bridging between gigabit networks, extending distance for networks. three models are available for multimode ST Fiber, Multimde SC Fiber, and single mode SC Fiber Connection respectiverely.
Specification
  • Standard protocol IEEE802.3Z/AB 1000Base-T/SX/LX
  • Transmit speed : TX Port: 10, 100, 1000 Mbps or 1000M, FX port : 1.25 Gbps
  • Interface : a UTP RJ-45 interface and a SC Interface.
  • Work mode : Full duplex or half duplex
  • Power parameter : outside:110-275VAC or -48V DC
  • Environment temperature : 0-60 C
  • TP cable : 5 Class and 6 Class

READMORE - FO (Fiber Optik) Driver

Fiber Optik Konektor

Pada kabel fiber optik, sambungan ujung terminal atau disebut juga konektor.  Konektor biasanya memiliki tipe standar seperti berikut:
1.  FC (Fiber Connector):
digunakan untuk kabel fiber optik  single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
2.  SC (Subsciber Connector):
digunakan untuk kabel fiber optik single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
3. ST (Straight Tip):
bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel fiber optik multi mode maupun kabel fiber optik single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
4.  LC Konektor, disebut juga Little Connectors

5. MT-RJ (Mechanical Transfer Registered Jack) Konektor.




Contact 
Narwanto

Mobile : 021 (40998734)

YM ; nar_bwd@yahoo.co.id
READMORE - Fiber Optik Konektor

Terminasi Kabel Fiber Optik

TERMINASI kabel fiber optik .
Terminasi kabel fiber optik adalah proses pemasangan konektor pada fiber optik / optic / optics /optical fiber optic.
Proses ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan, mengingat diameter kabel fiber optik sedemikian kecil, jauh lebih kecil daripada rambut manusia.
Untuk melakukan terminasi diperlukan tool kit yang disebut termination kit. Proses terminasi konektor fiber optik dimulai dengan mengupas jaket kabel dengan suatu alat yang dikenal sebagai stripper, lalu core fiber optik dipotong dengan alat scribe. Selanjutnya core fiber optik dimasukkan ke dalam konektor, yang selanjutnya direkat dengan lem epoxy. Setelah kering, epoxy ini akan dipanaskan dalam oven, untuk selanjutnya fiber optik dipoles dengan lapping film.
Untuk mengerjakan terminasi fiber optik, seorang terminator perlu bekerja dengan presisi dan teliti,
Singkat cara terminasi fiber optik

  • Kupas kulit terluar kabel fiber optik dalam hal ini pembungkus kabel hitam sepeti gambar dibawah, jangan lupa sisakan kabel yg berwarna biru.
  • Setelah itu coba oleskan alcohol pada bagian kabel fiber optik warna biru untuk membersihkan gel yang ada pada permukaan kabel fiber optik itu.
  • Kupas kabel fiber optik warna biru tersebut, caranya bisa menggunakan cutter, hati2 jangan sampai kabel fiber optik bagian dalam terluka.
  • Terlihat isinya berupa kabel fiber optik dengan jumlan 4 helai seperti helai rambut . hati-hati  jangan sampai patah , coba oleskan juga alcohol agar helai itu tidak menyatu, coba pisahkan masing-masing helai itu, dimana berupa helai dengan warna : biru,hijau,orange dan coklat.
  • Didalam lapisan helai itu adalagi lapisan kaca tapi belum core/inti fiber nya. untuk itu diperlukan alat pengupas seperti di bawah ini.

  • Setelah terkupas anda siapkan lem untuk fiber nya. terdiri dari 2 cairan satunya di oleskan ke fiber nya dan satunya di suntikkan ke konektor nya.kemudian perlahan-lahan anda masukkan fiber nya ke konektor, ingat jangan sampai terlambat, jika terlambat maka lem nya akan mengering dan fiber tidak bisa di tarik lagi.

  • Kemudian silahkan potong fiber nya menggunakan pemotong yang sudah disediakan.jika hasil potongannya bagus maka kemungkinan peluang menggosok-gosoknya tidak lama.

  • Sesekali teropong menggunakan microscope untuk melihat hasil potongan/gosokan fiber nya.
  • pasang konektor, kemudian siapkan  alas dan alat penggosoknya serta teropong.
  • Jika cara potongnya bagus, maka waktu menggosoknya mungkin tdk lama , jika sempurna ,maka hasil teropongnya terdapat 1 lingkaran luar dan 1 lingkaran dalam yang utuh bulat nya.
READMORE - Terminasi Kabel Fiber Optik

Splicing Fiber Optik

Fiber optik / Serat optik /kabel fiber optik dapat dihubungkan satu sama lain dengan metode pemasangan konektor (terminasi), atau dengan menghubungkan langsung antar kabel fiber optik (Splicing).
Fusion splicing adalah tindakan bergabung dua serat optik end-to-end dengan menggunakan panas. Tujuannya adalah untuk memadukan dua serat bersama-sama sedemikian rupa sehingga sinar yang melewati serat tidak tersebar atau dipantulkan kembali.
Proses splicing melibatkan fusi menggunakan panas lokal untuk mencairkan atau sekering dua ujung serat optik bersama-sama. Proses splicing diawali dengan menyiapkan setiap akhir serat untuk fusi.
Cerita singkat cara splicing kabel  fiber optik
  • Pertama  adalah mempersiapkan toolkit untuk memulai splicing kabel fiber optik, peralatan mendasar untuk memperlakukan sebuah kabel seperti tang potong, tang untuk mengupas, gunting, dll.

  • Siapkan Kabel Fiber Optik dan patchcord nya,  OTB (Optical Terminal Box), kali ini kami gunakan OTB dengan ukuran 12 core.

  • Proses 1, 2 sudah siap kita cek dulu peralatan yang utama yaitu “Fusion Splicer” apakah sudah ada/siap. pekerjaan tak akan bisa tanpa alat ini, :D .

Sekiranya peralatan diatas sudah cukup. bagaimana kalo kita mulai proses pekerjaan inti dari splicing kabel fiber optik.
  • Pertama-tama baca basmallah dl, biar diberi kelancaran dan siapin air putih yang banyak jika haus nanti.
  • Kupas kabel Fiber optik seperti hal nya dalam proses terminasi.

  • Langkah selanjutnya menata kabel fiber optik tersebut beserta patchcord yang akan disambung ke dalam OTB, masing-masing patchcord di masukkan fusion sleeve, yang berfungsi sebagai pelindung sambungan antara kabel fiber optik dan patchcord nantinya.
  • Sebelum melakukan penyambungan (fusion) sebaiknya kita sudah mempunyai gambaran akan menyusun/susunan kabel di tray OTB.
  • Pastikan setiap kabel fiber optik dalam keadaan bersih. untuk membersihkannya bisa menggunakan Alkohol.
  • Proses penyambungan (fusion) kita mulai dengan memotong ujung-ujung fiber optik dan patchcord dengan pemotong yang diberikan dalam set fusion splicer.
  • Masukan ujung fiber optik di sebelah kiri fusion splicer dan patchcord di ujung kanan, tutup fusion splicer dan tekan tombol fusion splicer untuk memulai proses penyambungan (fusi).
  • Fusion Splicer akan memberikan/mengeluarkan notifikasi jika penyambungan/fusi tidak berhasil, lakukan proses pembersihan dengan alkohol. dan ulangi proses penyambungan/fusi.
  • Jika proses penyambungan berhasil, tutup sambungan dengan fusion sleeve dan kemudian panaskan/oven dengan fusion splicer (biasanya terdapat di bagian depan fusion splicer).
  • Proses pengovenan selesai setelah terdengar bunyi indocator dari fusion splicer, proses splicing berhasil dan selesai.
  • Lakukan proses tersebut sesuai banyaknya kabel yang ingin kita sambung/splicing atau sesuai dengan core otb nya.
  • Semua kabel telah tersambung dengan baik/benar, kita susun kabel-kabel fiber optik tersebut dengan memutar-mutarnya ke dalam tray dengan rapi.
  • Proses pengerjaan splicing sampau tahap ini sudah selesai, kita bisa tutup tray dan Alhamdulillah.
READMORE - Splicing Fiber Optik

Fiber Optik Patchcord

What is Patchcord
Patchcord adalah kabel fiber optik dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya. digunakan untuk menghubungkan antar perangkat atau ke koneksi telekomunikasi.
Patch cord adalah kabel fiber indoor yang dipakai hanya untuk di dalam ruangan saja. Ada yang simplex (1 core) dan ada pula yang duplex (2 core), Single mode dan Multimode.
Patch cord mempunyai banyak sekali jenis konektor, karena masing-masing perangkat / alat yang digunakan mempunyai tipe yang berbeda pula disesuaikan dengan kebutuhan.
Kami menyediakan berbagai jenis dan ukuran fiber optik patchcord, dengan kualitas tinggi ” Low insertion loss”
Insertion Loss & Return Loss
Penyisipan rugi dan return loss adalah dua data penting untuk mengevaluasi kualitas dari banyak komponen serat optik pasif, seperti kabel serat optik patch dan konektor serat optik, dll
Penyisipan rugi mengacu pada hilangnya cahaya serat optik disebabkan ketika memasukkan komponen serat optik ke dalam satu sama lain untuk membentuk serat optik link. Penyisipan rugi dapat hasil dari penyerapan, misalignment atau celah udara antara komponen serat optik.
Kembali rugi (return loss) adalah cahaya serat optik akan dipantulkan kembali pada titik sambungan. Semakin tinggi return loss adalah berarti refleksi rendah dan semakin baik sambungan.
READMORE - Fiber Optik Patchcord

Fiber Optik Power Measurements

Unit Pengukuran
Daya Optical  diukur dalam satuan linear miliwatt (mW), microwatts (UW – huruf yunani “mu” W), nanowatts (NW) dan desibel (dB).
Apa perbedaan antara “dBm” dan “dB”?
dB adalah perbandingan dua kekuatan, misalnya rugi dalam kabel fiber optik. Bila daya diukur dalam satuan linear (mW, UW atau NW), dB dihitung pada skala log dengan menggunakan rumus ini:
daya (dB) = 10 log (power1/power2)
Jika kita mengukur tingkat daya mutlak, pengukuran umumnya direferensikan untuk 1 milliwatt (mW), dinyatakan sebagai “dBm” dan perhitungannya menjadi:
daya (dBm) = 10 log (power / 1 mW)
Jadi 1 mW = 0 dBm, 1 UW = -30 dBm, 1 NW = -60 dBm
Tingkat daya sumber
Hal ini tergantung pada jenis sumber. Bila digabungkan ke kabel tes yang bagus, sumber daya keluaran akan berada dalam kisaran tersebut:
LED: -10 sampai -25 dBm ke 62.5/125 Fiber
Telkom / LAN laser: 0 sampai -13 dBm ke fiber singlemode, menjadi 20 dBm dengan DWDM dan sistem serat/fiber penguat
CATV Laser: 16-0 dBm ke serat/fiber singlemode
tingkat daya penerima
Hal ini tergantung pada jaringan dan jenis sumber. Bila diukur pada ujung kabel jaringan,
sumber daya keluaran biasanya akan dalam kisaran:
LAN / LED: -20 -35 dBm untuk ke 62.5/125 serat fiber
Telkom / LAN laser: -20 -45 dBm untuk menjadi serat fiber singlemode
CATV Laser: 0 sampai -10 dBm ke serat fiber singlemode
READMORE - Fiber Optik Power Measurements

Fiber Optik Test

Setelah kabel terpasang dan terterminasi, maka dilakukan sebuah pengujian. Untuk setiap tanaman kabel fiber optik, Anda akan perlu menguji untuk kontinuitas, end-to-end rugi/loss dan kemudian memecahkan troubleshootingnya.
Jika Anda adalah pengguna jaringan (network user), Anda juga akan tertarik untuk menguji kekuatan, uji kekuatan adalah melakukan pengukuran yang akan memberitahu Anda apakah sistem tersebut telah beroperasi dengan benar.
Anda akan memerlukan beberapa alat khusus dan instrumen untuk menguji fiber optik.
Walau jika Anda seorang installer yang berpengalaman, pastikan Anda mengingat hal-hal ini.
1. Memiliki alat dan peralatan tes yang tepat untuk pekerjaan.
  • Source and power meter, optical loss test set or test kit dengan adapter peralatan yang sesuai untuk kabel fiber optik yang akan anda test
  • Referensi tes kabel yang sesuai dengan kabel yang akan kita test, adapter yang sesuai termasuk adapter hibrid jika diperlukan.
  • Fiber Tracer atau Visual Fault Locator
  • Cleaning materials, Tisue pembersih & Alkohol Murni
  • OTDR
2. Mengetahui cara penggunaan Alat Uji pengukuran
Sebelum Anda mulai, kumpulkan semua tool Anda dan pastikan mereka semua peralatan bekerja dengan benar dan Anda dan installer Anda tahu bagaimana menggunakannya. Sulit untuk melakukan menyelesaikan pekerjaan jika kita harus terlebih dahulu menelpon produsen alat ukur yang kita gunakan untuk memohon bantuan atau manual penggunaan alat tersebut. Coba semua peralatan Anda di kantor sebelum Anda bawa ke lapangan. Jika pwer meter Anda memiliki memori internal untuk merekam data pastikan Anda tahu bagaimana menggunakan ini juga. Anda sering dapat menyesuaikan laporan ini untuk kebutuhan spesifik Anda, simpan sebagai gambaran semua hal ini sebelum Anda pergi ke lapangan, hal bisa menghemat waktu dan pada instalasi.
3. Mengetahu bagaimana jaringan yang akan di tes
Ini adalah bagian penting dari proses dokumentasi. Pastikan Anda memiliki tata letak kabel untuk setiap serat harus Anda uji. Siapkan spreadsheet semua kabel dan serat sebelum Anda pergi di lapangan dan mencetak salinan untuk merekam data pengujian Anda. Anda dapat merekam semua data pengujian Anda baik dengan manual atau jika Power meter Anda memiliki fitur memori, akan tercatat pada memori on-board yang dapat dicetak atau ditransfer ke komputer ketika Anda kembali ke kantor.
READMORE - Fiber Optik Test

Sekilas Fiber Optic

Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.
Id.wikipedia.org
Serat optik adalah merupakan saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.
Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik dibuat dari kaca yang dibungkus oleh pelindung dan material penguat. Fiber optik menggunakan cahaya untuk menghantar isyarat.

Jenis Kabel Fiber Optik
  • Single Mode
kabel optik dengan inti (core) yang sangat kecil (biasanya sekitar 8,3 mikron), diameter intinya sangat sempit mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding selongsong (cladding). Bahagian inti kabel optik single-mode terbuat dari bahan kaca silika (SiO2) dengan sejumlah kecil kaca Germania (GeO2) untuk meningkatkan indeks biasnya. Untuk mendapatkan performa yang baik pada kabel optik ini, biasanya untuk ukuran selongsongnya adalah sekitar 15 kali dari ukuran inti (sekitar 125 mikron). Kabel optik untuk jenis ini paling mahal, tetapi memiliki pelemahan (kurang dari 0.35dB per kilometer), sehingga memungkin kecepatan yang sangat tinggi dari jarak yang sangat jauh
  • Multimode
kabel optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari kabel optik jenis ini
.
READMORE - Sekilas Fiber Optic

L2 Switch




Switch adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).
 Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.

Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.
Review Our Switch
DCN DCS-3650-8C

Feature
DCS-3650-8C and DCS-3650-8C/E has 8 10/100 auto negotiation ports with 1 fixed Combo Gigabit uplink ports allowed to be used as either copper or fiber ports on users’ demand. The E type product can support much more IPv6 features and QOS features.
Dual stack support
DCS-3650 provides rich IPv4 and IPv6 features and protects customer investments. Now the DCS- 3650 can support IPv6 host, IPv6 NMS, IPv6 ACL even IPv6 QOS. With the rich features support and DCN Dual stack switch, the customer can provide whole IPv4 and IPv6 dual stack network and running IPv6 service.
Powerful Security
As new L2 switch, DCS-3650 series adopts full ACL policy undertaking data classification and employing specific forwarding policy on a per-packet basis by source or destination IP address, source or destination
MAC address, IP precedence. With more and more network risk, the network administrator must consider the protect client safety and network security. The DCS-3650 series product can support 802.1X authentication and Radius to provide security ability to network.
Advanced Quality of Service (QoS)
DCS-3650-E series differentiates and classifies traffic flows according to ports, 802.1p, ToS, DSCP. The dispatcher WRR/SP supported by DCS-3650 ensures voice/data/video are properly classified and prioritized throughout the network.
Easy Management
DCS-3650 series supports SNMP, in-band and out-band management, CLI and WEB interface, RMON, Security IP function. All help to restrict unauthorized user from access and altering configurations. SSH protocol guarantees security of switches configuration management to the maximum.

Donwload datasheet
Switch ini dapat di konfigurasi dengan melalu CLI dan Web Based, berikut sedikit review konfigurasi switch ini menggunakan CLI (Hyper Terminal).
Dalam mengkonfigur suatu Switch yang perlu di setting adalah :
Setting IP address, hal ini difungsikan supaya dikemudian hari kita dapat melakukan remote dan rekonfigur ulang jika diperlukan.
Secara default setting Switch dilakukan pada Vlan1,dalam contoh dibawah ini dilakukan untuk Vlan 129 Konfigurasi IP Address pada switch sebagai berikut :
DCS-3650-8C-E(config)#
DCS-3650-8C-E(config)#vlan 129
DCS-3650-8C-E(config-vlan129)#exit
DCS-3650-8C-E(config)#int vlan129
DCS-3650-8C-E(config-if-vlan129)#%Jan 01 00:07:24 2006 %LINK-5-CHANGED: Interface Vlan129, changed state to UP
DCS-3650-8C-E(config-if-vlan129)#ip add 11.1.21.6 255.255.255.224
DCS-3650-8C-E(config-if-vlan129)#exit
DCS-3650-8C-E(config)#interface ethernet 1/9
DCS-3650-8C-E(config-if-ethernet1/9)#switchport mode trunk
Set the port Ethernet1/9 mode TRUNK successfully
DCS-3650-8C-E(config-if-ethernet1/9)#switchport mode trunk allow vlan 129
set the port Ethernet1/9 allowed vlan successfully
DCS-3650-8C-E(config-if-ethernet1/9)#exit
DCS-3650-8C-E(config)#exit
DCS-3650-8C-E>show vlan

VLAN Name         Type       Media     Ports
—- ———— ———- ——— —————————————-
1    default      Static     ENET      Ethernet1/1         Ethernet1/2
Ethernet1/3         Ethernet1/4
Ethernet1/5         Ethernet1/6
Ethernet1/7         Ethernet1/8
Ethernet1/9(T)

129  VLAN0129     Static     ENET      Ethernet1/9(T)
Tampilan Web Base Configure


READMORE - L2 Switch